Tuesday, July 24, 2012

PAUHinfo: Kisah Jalut, Talut dan Nabi Daud A.S.



Pernah dengar kisah peperangan di dalam AL-QURAN antara petani yang menjadi raja, TALUT menentang raja yang jahat, JALUT? Kisah ini berlaku di zaman Nabi Daud a.s.

Ada juga yang menyebut kisah kekalahan Jalut ditangan Nabi Daud ini sebagai "DAVID and GOLIATH". Di negara barat Jalut dikenali sebagai Goliath! Jalut ini diceritakan sebagai seorang yang mempunyai susuk badan yang tinggi dan besar.

Setelah Nabi Musa a.s. dapat mengeluarkan Bani Israel dari Mesir kurang lebih 1500 tahun sebelum masihi, mereka menuju ke Baitul Maqdis.


Akhirnya mereka tinggal di Jerusalem dan diterima sebagai anggota masyarakat di Kota Jerusalem ini.

Masa berlalu sehingga lebih kurang 1200 tahun sebelum masihi, ketika itu Jerusalem telah diancam dengan sebuah kerajaan yang mempunyai raja yang jahat.


Raja itu bernama Jalut. Bani Israel ketika itu memerlukan seorang panglima untuk memimpin dan mempertahankan kota Jerusalem. Perkara ini Allah rakamkan di dalam Surah al-Baqarah ayat 256:-


246. "Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir (ditawan) dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim." 


Setelah Nabi mereka bermunajat, akhirnya Allah telah memberi isyarat bahawa yang akan memimpin Bani Israel ketika itu adalah seorang petani bernama Talut. Mereka menolak kerana tidak Talut hanya seorang petani miskin sedangkan mereka merasakan bahawa mereka lebih layak. Allah rakamkan kisah ini di dalam surah al-Baqarah ayat 247:-


"Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui."


Maka sebagai bukti bahawa Talut telah dilantik, maka telah diberikan kepada Talut satu kotak bernama “Tabut” di dalamnya terdapat barang-barang mukjizat Nabi-Nabi terdahulu.


Allah rakamkan kisah ini di dalam surah al-Baqarah ayat 248:-


"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan  dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; Tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman."


Bani Israel sekali lagi mengingkari, tidak ramai yang ikut serta di dalam peperangan ini.


Di dalam Surah al-Baqarah ayat 249 Allah berfirman yang maksudnya:-


"Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.""


Perang sangat sengit sehingga mereka semata-mata berharap pada Allah kedudukan mereka, firman Allah di dalam Surah al-Baqarah ayat 250 maksudnya:-


"Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.""


Semua orang tidak mampu untuk menandingi kekuatan dan kehebatan Jalut. Dia cukup gagah dan tangkas di medan perang.


Di antara anggota tentera Talut adalah Nabi Daud, maka di dalam keadaan yang genting ini, Nabi Daud bertarung dengan Jalut dan akhirnya, Jalut tersungkur dan berjaya dibunuh oleh Nabi Daud.

Allah sebut di dalam surah al-Baqarah ayat 251:-


"Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya."


Orang beriman dalam syariat Nabi Musa telah menang. Maka Talut dilantik menjadi raja di kawasan Jerusalem.


Sebagai mengenang jasa Nabi Daud, maka Talut telah mengahwinkan anak perempuannya kepada Nabi Daud. Hasil dari perkahwinan itu, lahirnya seorang anak yang mempunyai kekuasaan yang luar biasa hebatnya. Beliau adalah Nabi Sulaiman a.s.

No comments:

Post a Comment